Jumat, 17 April 2009

Catatan Kejuaraan KKI Debes Cup I 2009

Oleh : Chris Budhi

Kejuaan Karate Daerah ( Kejurda ) KKI Debes CUP I 2009 telah berakhir minggu kemarin ( 12/04/2009 ). Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari itu cukup sukses baik dari segi penyelengaraan maupun prestasi.

Namun demikian tentunya di setiap event kejuaraan pasti ada beberapa catatan yang di dapat agar menjadi bahan evaluasi di event kejuaraan yang lain. Beberapa catatan yang saya rangkum ini bukan untuk memojokan atau membenarkan salah satu pihak.

Hal ini semua adalah sebuah catatan dan renungan bagi kita seluruh keluarga besar KKI khususnya di Bali.

Beberapa catatan itu antara lain :

A. Panitia :
• Panitia secara kesuruhan sudah berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing , namun sudah sepantasnya kedepan panitia memikirkan tempat penyelenggaraan kejuaraan yang lebih kompetitif untuk sebuah event kejuaraan daerah karate. Karena karate itu sekarang sudah menjadi salah satu cabang olah raga yang di masukkan dalam kurikulum DEPDIKNAS. Jangan sampai pertandingan karate itu yang sudah terlihat keras terkesan tambah kotor dengan kondisi dan suasana di lapangan yang hampir menyerupai sabung ayam ( mohon maaf ). Jadikanlah karate olah raga yang layak untuk di ikuti dan suasana pertandingan lebih nyaman untuk dilihat. Namun secara pribadi saya salut dan memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap semua panitia yang sudah memberikan ruang dan gerak bagi karateka-karateka KKI se-Bali untuk menguji kemampuan yang telah mereka pelajari selama di Dojo masing-masing. Kita tunggu dan sampai bertemu pada DEBES CUP II

B. Official & Pelatih :
• Official dan pelatih juga merupakan salah satu hal yang sangat vital untuk prestasi seorang atlet, dari beberapa pengamatan saya masih ada beberapa official & pelatih yang kurang konsentrasi di dalam pertandingan yang mengakibatkan atlet belum siap saat dipanggil untuk ke dalam lapangan. Ada pula yang saya amati saat atlet sudah di lapangan kursi yang disiapkan untuk seorang offial / pelatih terlihat kosong. Secara psikologis hal seperti itu sangat mempengaruhi atlet. Dan satu lagi yang paling memprihatikan adalah pengetahuan tentang aturan pertandingan yang digunakan dalam pertandingan tersebut tidak dipahami oleh official/pelatih yang tentunya menjadi preseden yang buruk bagi atlet itu sendiri. Maka dari itu kesimpulan seorang Official/Pelatih itu adalah sebagai pelayan yang melayani segala keperluaan atlet selama pertandingan ,sebagai teman untuk mengatur strategi di lapangan, dan sebagai motifator disaat keterpurukan sang atlet di lapangan. Dalam Kejurda Debes Cup I itu juga di berikan penghargaan official / Pelatih terbaik . Semoga yang lain juga terpacu untuk melatih dan mengembangkan KKI. Selamat untuk Sempai AA.Udayana terpilih menjadi official/pelatih terbaik

C. Wasit :
• Wasit adalah salah satu penentu jalan prestasi seorang atlet, sudah sepantasnya wasit memberikan penilaian yang terbaik sesuai aturan tanpa harus membeda-bedakan. Dan sesuai pengamatan saya di lapangan wasit sudah melakukan tugasnya dengan baik dan tentunya prestasi ini bias dipertahankan pada event-event berikutnya.

D. Alet :
• Catatan yang saya kumpulkan untuk atlet antar lain masih banyaknya atlet yang belum memahami aturan pertandingan, Masih banyak juga atlet yang tidak menyaksikan calon2 lawan yang akan mereka hadapi di kelas masing-masing. Alet juga masih belum bisa mencari timing yang tepat untuk menyerang sehingga serangan dan tenaga terbuang percuma.

Beberapa catatan ini saya kumpulkan agar kedepan semua mampu lebih baik dari hari ini dan sudah barang tentu kemajuan yang akan kita peroleh akan datang secara tiba-tiba. Semua ada proses yang membuat kita mampu menjadi lebih baik.

Semoga KKI makin Jaya ….
HIDUP ……KKI
HIDUP…….KKI
KKI………YES !!!